Fellexandro Ruby

Le Whif – Menikmati Coklat Tanpa Takut Gemuk

In Uncategorized on January 14, 2011 at 10:10 am

Bayangkan menikmati kelezatan sebatang cokelat, atau aroma kopi yang membangunkan kepala, dan banyak makanan lainnya tanpa harus takut terhadap kalori yang membuat gemuk. Terdengar seperti mimpi? Mungkin, tapi yang satu ini bukan mimpi lagi, bahkan sudah beredar untuk beberapa waktu. Meet Le Whif, dimulai di tahun 2007 dalam eksperimen kuliner antara seorang profesor Harvard, David Edwards dan seorang koki avant-garde yang revolusioner di Perancis, Thierry Marx. Setelah beberapa tahun memperbaik dan menyempurnakan formulanya, di bulan Mei 2009, Le Whif officially sudah tersedia di 32 negara di dunia.

 

Produk pertama Le Whif datang dalam tiga varian rasa coklat: coklat murni, coklat raspberry, dan coklat mint. Terlihat dari gambar di atas, Le Whif yang berbentuk seperti lipstick ini dinikmati dengan cara dihisap melalui mulut. Seketika partikel kecil akan mengikuti hisapan udara, masuk ke dalam mulut dan dinikmati oleh lidah.

Inovasi Le Whif selanjutnya adalah varian kopi dan vitamin yang juga dihisap (inhaler). Website official Le Whif menyebutnya ‘revolusioner’. Begitu juga dengan beberapa media seperti Oprah, New York Times dan Cosmo yang membantu Le Whif melesat secara komersil. Namun mampukah bertahan atau berlalu seperti sebuah trend / fad? We’ll see about that.

Mungkin buat para wanita, inilah jawaban atas doa mereka. Mungkin quote yang cukup populer di kalangan mereka “a moment on the lip, forever on the hip” bisa jadi sudah tidak berlaku lagi. Mungkin. Kita tidak pernah tahu secara Le Whif belum sampai di tangan consumer Indonesia yang cukup unik perilakunya.

Saya pribadi lebih ingin mencoba satu hisap dua hisap sebelum menyampaikan opini. But oh well, melihat kemungkinan yang cukup kecil untuk sampai di market lokal Indonesia, sekalian saja saya sampaikan sedikit pemikiran saya. =)

Mungkin buat readers yang mempunyai lidah manis seperti saya, Le Whif adalah suatu penemuan yang menarik. Dengan klaimnya yang memberikan full-flavor dari coklat dalam kurang dari satu kalori, tentunya sekarang bisa ngemil tanpa merasa bersalah ketika melihat timbangan di rumah nanti. Hehe. Tapi, melihat harganya yang dipatok di 1.8 Euro alias 22.000 Rupiah per tabung, rasa-rasanya sulit menukarnya dengan coklat. Belum lagi barang import sampai Indonesia bisa hampir dua kali lipat harga aslinya. After all, kalau tidak lebih ekonomis dari coklat / kopi aslinya, buat apa juga toh? Ditambah lagi setiap tabung habis dinikmati dalam 4-5 hisapan saja. Walah! –”

Lagi-lagi menurut saya tidak ada yang bisa mengalahkan nikmatnya potongan coklat asli yang lumer perlahan di dalam mulut, di atas lidah yang berputar menikmati manisnya perlahan. YUM!

Kalau kata penemunya sih, Le Whif tidak diciptakan untuk menyaingi coklat, tapi sebagai alternatif terhadap coklat, seperti layaknya variasi coklat seperti minuman coklat milkshake atau sejenisnya.

All in all, si neophile di dalam saya tetap penasaran pengen cicip. Nah siapa diantara wanderers yang mau berbaik hati membawakan saya kalau sedang berjalan” di Amerika atau Eropa? Ditunggu loh. Upahmu besar di surga. =p

Expectantly waiting,


Fellexandro Ruby

Food Enthusiast & Photographer
Cemal-cemil tweet saya di @captainruby

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.